Tim Paslon Petrus Kasihiw-Matret Kokop Mau Laporkan KPUD Teluk Bintuni ke KPU Pusat-Bawaslu

0 Comments
Tim Paslon Petrus Kasihiw-Matret Kokop Mau Laporkan KPUD Teluk Bintuni ke KPU Pusat-Bawaslu

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

jpnn. com , JAKARTA – KPUD Teluk Bintuni, Papua Barat, dinilai melanggar netralitas dalam Pilkada Sekaligus 9 Desember 2020 kemarin.

Hal tersebut berkaitan dengan diloloskannya pasangan calon (paslon) Bupati & Wakil Bupati Teluk Bintuni bagian urut 1 Ali Ibrahim Bauw-Yohanis Manibuy (AYO) meski terlambat mengantarkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Simpanan Kampanye (LPPDK) dari batas periode yang sudah ditentukan.

Tim kampanye Paslon Petrus Kasihiw-Matret Kokop Yohannes Akwan akan melaporkan tindakan ketidaknetralan KPUD Teluk Bintuni ke KPU Pusat dan Bawaslu RI.

Baca Juga:

“Kami akan laporkan KPUD Teluk Bintuni ke KPU Pusat dan Bawaslu, ” katanya, Senin (14/12).

Menurut Yohannes, berdasarkan Pasal 34 ayat (2), Pasal 52, Pasal 53, Pasal 54, dan Pasal 56 PKPU No. 5 Tahun 2017 dan dipertegas kembali oleh Keputusan KPU No. 454/HK. 03-Kpt/03/KPU/IX/2020 diatur bahwa Paslon menyampaikan Petunjuk Penerimaan dan Pengeluaran Dana Gerakan (LPPDK) kepada KPU Provinsi atau KPU kabupaten/kota paling lambat tanggal 6 desember 2020, pada pukul 18: 00 waktu setempat, di dalam hal ini Waktu Indonesia Timur (WIT).

“Bahwa, pasangan calon Ali Ibrahim Bauw dan Yohanis Manibuy (AYO), mematok batas akhir ketentuan penyerahan LPPDK, yakni pada tanggal 6 Desember 2020, pukul 18: 00 tidak menyerahkan laporan a-quo, dan peristiwa ini dikonfirmasi oleh Komisioner Bagian Hukum KPUD Teluk Bintuni Didimus Kambia, ” katanya.

Baca Juga:

Sebelumnya, Komisioner Divisi Hukum KPUD Teluk Bintuni Didimus Kimbia membenarkan keterlambatan tersebut dan meminta klarifikasi pasangan calon AYO.

“Kami minta klarifikasi alasan keterlambatan. Bagian AYO laporkan jam 12 malam, sementara pasangan PMK2 melaporkan tanda 6 sore, ” katanya, Selasa (8/12).