Sri Sultan: Tidak Ada Jepitan Lockdown, Saya Enggak Kuat…

0 Comments

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

jpnn. com , YOGYAKARTA kacau Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan kebijakan lockdown atau penguncian wilayah merupakan opsi terakhir yang akan ditempuh apabila tidak ada cara lain menekan lonjakan kasus Covid-19 di provinsi tersebut.

“Itu pilihan terakhir, ” perkataan Sri Sultan seusai kerap koordinasi menyikapi lonjakan kejadian Covid-19 di DIY dalam Kepatihan, Yogyakarta, Senin (21/6).

Kepala Keraton Yogyakarta itu menjelaskan kebijakan pengendalian penularan virus Corona yang ditempuh zaman ini tetap berupa perpanjangan PPKM mikro melalui Petunjuk Gubernur yang telah diteken pada 15 Juni 2021.

Menangkap Juga:

Sementara kebijakan lockdown , katanya, itu memiliki pengaruh yang tidak mudah sebab pemerintah harus mengganti imbalan hidup seluruh warga selama kebijakan itu diterapkan, sehingga opsi tersebut tidak jadi ditempuh saat ini.

“Enggak ada kalimat lockdown. Saya enggak kuat ngragati (membiayai, red) rakyat se-Yogyakarta, ” cakap Sultan.

Dia menjelaskan dengan melegalkan lockdown, artinya seluruh kegiatan masyarakat di luar rumah ditiadakan. Aktivitas ekonomi di luar rumah juga kudu ditutup, kecuali apotek atau pusat perbelanjaan.

Baca Juga:

“Yang lain tutup. Pemerintah ganti duit masyarakat untuk makan. Lha, kalau kita kan enggak kuat, ” lanjutnya.

Terkait wacana lockdown dengan sempat dilontarkannya pada Jumat (18/6) lalu, Sultan berdalih hal itu bertujuan buat menggugah kesadaran warganya biar lebih disiplin menerapkan aturan kesehatan serta mengurangi pergeseran di luar rumah.