Petani Sawit Indonesia Masih Banyak yang Belum Sejahtera

0 Comments
Petani Sawit Indonesia Masih Banyak yang Belum Sejahtera

jpnn. com , JAKARTA – Petani kelapa sawit di Indonesia ternyata masih banyak yang belum sejahtera. Padahal, harga tandan buah gres (TBS) sawit mengalami kenaikan dalam pasar global.

Jeratan masalah klasik, seperti rantai pasokan dan penetapan harga, hingga saat ini belum terpecahkan. Benang merah tersebut mengemuka dalam diskusi webinar bertema ‘Sawit Untung Petani Buntung’ di Jakarta baru-baru ini.

Salah satu anggota Konsorsium Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Rokan Hulu bernama Yusro Fadly mengatakan, beberapa petani di wilayahnya masih banyak mendapati problematik pada lapangan.

Membaca Juga:

“Permasalahan petani sawit pada Rokan Hulu, masalahnya klasik, ketenteraman petani. Yakni, rantai pasok yang panjang, mengakibatkan harga turun drastis. Perlu penetapan harga yang jelas, ” ujar Yusro.

Masalah selanjutnya adalah legalitas lahan. Yusro menyatakan, di wilayahnya terdapat sejumlah petani yang mempunyai sertifikat,   tetapi lahannya malah diklaim berada dalam kawasan.

“Ada yang diklaim di kawasan lindung, konservasi serta lain-lain, ” kata Yusro.

Baca Juga:

Selain itu, dia juga menyoroti persoalan lahan plasma. Perkebunan yang dibagikan ke petani pada pola tersebut, kata Yusro, ternyata juga berharta di dalam kawasan.

Keluhan yang serupa juga disampaikan oleh Kanisius Tereng, petani sawit dari Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur. Kanisius juga menekankan permasalahan tanah kebun sawit.